buku_wacana_tarot.jpgJudul : Bunga Rampai Wacana Tarot
Penulis:
Ani Sekarningsih
Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2001 (Edisi revisi Februari 2006)
Tebal:
142 halaman

BUKU ini, lebih sebagai petunjuk mengenai tarot. Dalam petunjuknya, tarot berarti jalan utama hidup. Ada 20 kartu tarot. Kedua puluh kartu tarot itu, merupakan lambang perjalanan bintang yang erat kaitannya dengan siklus kehidupan manusia. Karena itu, menurut Ani Sekarningsih, seni membaca tarot tak beda seperti menggunakan sebuah kunci untuk membuka pintu. “Membaca tarot tak ubahnya seorang pengemudi yang memusatkan seluruh perhatian pada tanda-tanda lalu lintas berupa tanda-tanda alam,” katanya. Maksudnya, bagaimana letak bintang, letak pepohonan, arah mata angin, titik-titik persimpangan, dan sebagainya. Sehingga, mewaspadai hal-hal tersebut berarti mengantar kita ke tempat tujuan dengan risiko sekecil-kecilnya.Tetapi, di Indonesia tarot masih belum luas dikenal. Baru dikembangkan kalangan terbatas saja. Diharapkan, buku ini bisa memberi sosialisasi mengenai tarot itu sendiri. Padahal, tarot sudah sangat populer di Barat. Sudah sangat membudaya. Bahkan sudah menjadi komoditas. Tidak apa-apa kita mempelajari tarot. Meski sedikit berbau ramalan. Umur ramalan dengan kartu tarot ini, memang sudah cukup tua. Sudah ada semenjak masa Nabi Musa. Dikenal secara lisan. Berkembang di lingkungan bangsa Ibrani.

Mengapa ramal-meramal ini menarik? Disebabkan karena belenggu yang dirasakan manusia selama bertahun-tahun, sesungguhnya manusia menginginkan kebebasan. Manusia ingin tahu segala hal, termasuk meneliti apa saja. Ilmu ramal ini sudah berkembang pada abad ke-12 sampai abad ke-15 di daratan Eropa. Dalam perjalanannya, ilmu ramal-meramal ini memperoleh penentangan. Dinilai tak masuk akal atau mendahului kehendak Tuhan.

Namun, sesungguhnya ilmu tersebut bisa dikaji secara profesional. Ada perlambang yang bisa dirunut dan mengundang minat. Sehingga, pada abad ke-21 ilmu ramal ini khususnya dengan tarot, semakin diakui. Kini bahkan menjadi barang komoditas yang menambah devisa negara. Melalui ilmu jiwa, Alfred Carl Jung melihat kartu tarot ini merupakan kiat tradisional yang memiliki kemampuan untuk menenteramkan kegelisahan dan kecemasan seseorang.

Di Belanda dan Skotlandia, ada dua toko yang terkenal dengan peramalan kartu tarot ini. Bagaimana cara kerja kartu itu, buku ini memaparkannya secara detil. Pada bab selanjutnya ditunjukkan bagaimana memilih kartu tarot, menyusun tebaran, menyusur jalan setapak, sampai kepada kata-kata kuncinya. Mengapa kita perlu membaca tarot? Karena ini sebuah jalan utama hidup. Kita bisa membaca tanda-tanda alam. Kita pun bisa membandingkan dengan kartu tarot khas Indonesia, bergambar wayang. (Arwan) - Sumber: http://www.minggupagi.com/