Karma:
Menunjukkan kekuatan materialisme, idealisme dan dominasi. Sesuatu itu harus belajar untuk menerima sesuatu yang lain tanpa menunjukkan arogansi dan sifat keras kepala. Hanya dengan penegakan keadilan dan pengorbanan akan membuahkan kesuksesan. Hampir semua karma 8 memperoleh tragedi sebagai hasil akhir.
Nama:
berpembawaan tenang, ilmiah, konstruktif dan dapat dipercaya. Seorang pemilik perusahaan atau pimpinan perusahaan akan mempercayakan perusahaannya pada orang ini tanpa berpikir panjang.
Orang ini lebih mengutamakan pekerjaan dibanding keluarga.
Apabila ada hal yang menarik di luar pekerjaan bagianya adalah hal spiritualitas.
tidak jujur, kurang memiliki daya imajinasi, cenderung keras kepala, suka berdebat, gila kerja.
cenderung memiliki paksaan dalam pekerjaan namun selalu kurang puas dengan hasil kerjanya. Akibatnya orang-orang di sekitarnya menjadi pelampiasannya, terutama keluarga.
Pengabdian:
Idealnya banyak yang menyadari bahwa kemampuannya mengembangkan kreativitas dan ekpresi diri dalam bidang seni di masa depan akan membawanya pada kesuksesan dan kekayaan, namun ia harus menjaga dirinya agak tidak terlalu reaktif dan mengumbar kesenangan hidup.
Perwatakan:
Fisik: mewarnai seluruh aktivitas kehidupan dengan rasa ingin tahu, kemampuan berbicara, kesenangan hidup dan menghindari tanggung jawab.
Mental: mewarnai seluruh aktivitas kehidupan dengan sentuhan spiritual. Kerja sama, pertemanan, hubungan baik merupakan aset bisnis. Nilai-nilai seni senantiasa hadir dalam kehidupannya.
Emosi: mewarnai seluruh aktivitas kehidupan dengan rasa ingin tahu, kemampuan berbicara, kesenangan hidup dan menghindari tanggung jawab.
Budi: mewarnai seluruh aktivitas kehidupan dengan rasa ingin tahu, kemampuan berbicara, kesenangan hidup dan menghindari tanggung jawab.
Jangan pernah membuat sebuah nama menghasilkan gambaran perwatakan dengan nilai seperti ini. Gambaran komposisi perwatakan sebagaimana ditandai huruf-huruf merah karena memuat nilai yang sama menunjukkan kehancuran Indonesia.
Dharma:
dHarma adalah sebuah “hambatan” dalam kehidupan yang harus ditanggung.
DHARMA
Tahun (54 hingga tutup usia): Indonesia suka pamer di muka umum, suka akan pujian, sehingga tak jarang memberikan kesan baik pada orang lain disamping memiliki kepribadian yang menarik.
Pekerjaan Ideal:
Idealnya Indonesia melahirkan pengusaha handal, ahli-ahli bank, hakim yang jujur dan bertakqwa, para politisi yang CERDAS, dan digalakkannya inovasi wiraswasta.
Kesehatan:
54 - sampai akhir hayat: Indonesia banyak memusingkan kepala orang dan menyebarkan stress
Tehnik spiritual:
54 - sampai akhir hayat: Makin banyak orang melakukan KRIYA YOGA akan memberi dampak positif pada Republik Indonesia ini.
Harani: Kondisi saat-saat akhir Indonesia: setiap pekerjaan tidak ada dukungan keluarga, karena tragedi atau dibunuh pada masa jayanya oleh persekongkolan dalam lingkungannya. Kehancuran karena dibunuh idealisme organisasi



