Untuk topik bahasan ini, hendaknya Anda melihat kembali uraian yang menyangkut keberadaan keempat elemen yang terdapat pada kartu Arkana Utama mau pun pada kartu Arkana Penunjang. Kali ini kita akan meninjau tebaran tiga kartu yang hanya terdiri dari gabungan dua elemen dan menjadi unik.

Kartu pokok yang berada di tengah tebaran adalah kartu Sintesis. Sementara kartu di posisi sebelah kiri Tesis dan di posisi kanan, Sintesis, adalah Antitesis. Kita akan sama-sama melihat pengaruhnya bila terdapat elemen-elemen yang hilang.

Namun harap teliti kembali untuk menyegarkan ingatan akan hukum alam,.bahwa elemen Api dan Air adalah dua keadaan yang bersifat antagonis. Sama saja dengan elemen Udara dan Tanah yang juga saling bermusuhan.

Api - Udara: keduanya aktif dan kemitraannya saling menunjang
Air - Tanah : keduanya pasif dan kemitraaannya saling menunjang
Api - Tanah : keduanya bermitra dan bersifat netral
Udara - Tanah : keduanya bermitra dan bersifat netral

Sekali pun demikian gambaran suatu situasi yang kekurangan elemen umumnya tidak menghasilkan kepuasan. Sekali seorang pewacana tarot terjebak berjalan dengan gabungan elemen semacam ini, hal ini mengandung makna bahwa dia sudah harus siap-siap memberi gambaran penanggulangan suatu keadaan dengan rambu-rambu yang ada pada ketiga kartu tersebut.

Api dan Air.
Contoh pertama tebaran gabungan dua elemen menunjukkan hancur leburnya kartu pokok, Sintesis, sementara Tesis dan Antitesis sangat kuat saling gontok-gontokan keberadaannya.

Tesis Sintesis Antitesis
Api Air Api

Sifat Api sangat aktif dan panas. Sedangkan Air sifatnya pasif dan dingin. Dalam kasus tebaran ini Air mendidih, menguap dan mengering. Uap yang sangat panas tanpa orang (Tanah) dan kecerdasan (Udara). Tesis dan Antitesis bertindak membabi buta (tanpa Udara) tanpa daya tahan (Tanah) menghancurkan Sintesis.

Tesis Sintesis Antitesis
Air Api Air

Tebaran ini kebalikannya. Air memadamkan Api. Segala bentuk kegiatan muncul terapung dan berenang. Emosi yang berlebihan menghasilkan tindakan-tindakan stagnasi, ketika tak ada kecerdasan (Udara), dan tanpa dukungan Tanah sebagai dasar kuat, sehingga perasaan yang menggebu-gebu dan menyebar luas hanya akan menghasilkan pengembangan bentuknya yang tak jelas.

Tesis Sintesis Antitesis
Air Air Api

Kartu Pokok, Sintesis, memperoleh dukungan salah satu kartu Perubahan (Tesis). Ketika kartu-kartu Perubahan (Thesis - Antitesis) tak dapat bekerja sama, kedua elemen air bersekongkol mengambil alih tugas. Atau memilih jalan netral. Secara alamiah air yang membekukan mengakibatkan kelambanan, tak ada suatu kegiatan apa pun, ketika tak didukung stimulasi mental, serta berefek tak berbekas karena tak memiliki daya tampung (Tanah)

Tesis Sintesis Antitesis
Air Api Api

Kartu Sintetis didukung salah satu kartu Perubahan (Antitesis). Tak ada pengawasan bidang kecerdasan. Atau kekuatan mendasar Udara atau kekuatan elemen Tanah yang kokoh. Kita hanya memperoleh cairan yang mudah terbakar. Mari kita tinjau dengan kacamata lain. Ketika kartu-kartu Perantara saling bermusuhan, mereka sesungguhnya dalam situasi yang berefek netral, sehingga tindakan tersebut berjalan terus tanpa sesuatu peningkatan atau keterlambatan. Namun peristiwa tersebut tak akan berlangsung lama tanpa dukungan Tanah dan tanpa tujuan pasti (Udara).

Udara dan Tanah.

Tesis Sintesis Antitesis
Tanah Air Tanah

Seperti kita pahami Udara dan Tanah bermusuhan, sama halnya dengan Api dengan Air. Hanya saja efeknya tentu berbeda. Sebagaimana kemiripan contoh sebelumnya, Sintesis dimusnahkan oleh elemen-elemen yang terdapat pada Tesis dan Antitesis. Tetapi dapat saja menang pabila saja mereka mampu memisahkan diri dan memahami aturan mainnya. Kecerdasan dihancurkan oleh kelalaian dan bodohan. Absennya Api dan Udara menunjukkan tak ada perubahan energi apapun, mau pun sesuatu perubahan yang berhubungan dengan emosi. Fakta memperlihatkan energi akan musnah habis terhisap tanah, karena kepasifan tanah.

Tesis Sintesis Antitesis
Udara Tanah Udara

Situasi tebaran ini menggambarkan seorang cebol di antara kumpulan cendekiawan. Orang yang dungu tak mampu memahami berbagai ungkapan ide dan komunikasi pembicaraan di sekelilingnya. Ketika Tanah mencari pengamanan, terdapat kecemasan yang berlebihan, karena Udara elemen yang bersifat tak mapan, serba tak pasti. Suatu imajinasi yang muncul akan menjadi korban dipingpong di antara dua kekuatan gelombang Udara.

Tesis Sintesis Antitesis.
Tanah Udara Udara

Dua contoh berikut menunjukkan kemenangan Sintesis selama Tesis dan Antitesis bertikai. Kemenangan kartu-kartu berlemen Udara mengakibatkan Hanya kepuasan bagi diri sendiri, karena mencapai tingkat kecerdasan. Tetapi mendatangkan kebingungan karena kemenangan tersebut tak menunjukkan nilai tambah yang signifikan.

Tesis Sintesis Antitesis
Udara Tanah Tanah

Jalur intelek dan kegagalan pendidikan atau adanya kendala pada keamanan Tanah. Tak ada perasaan untuk bersatu, tak ada perasaan kebersamaan yang biasanya dibawa oleh Air. Begitu pula tak ada perubahan atau gerakan elemen Api. Seorang pemikir terperangkap keputus asaan. Kekuatan penalaran tak dapat mencapai sesuatu yang berarti, dan juga tak ada kekuatan tenaga (Api). Demikian juga tak ada dorongan emosi yang menggugah untuk menyusun strategi agar mampu membujuk dan berupaya.

Udara dan Api.

Tesis Sintesis Antitesis
Api Udara Api

Kedua elemen adalah bersahabat. Masalah timbul karena tak mempunyai dasar kuat (Tanah) atau memuat perasaan (Air) sehingga mengakibatkan rasa kurang nyaman dan kecemasan pada jaminan rasa aman yang dirasakan tak memadai. Sementara aspek Udara akan berupaya melalui kecerdasan yang memberikan kegembiraan luar biasa dan paling jelek adalah sifat-sifat berlebihan, yang pada akhirnya mengakibatkan saling membakar dan memusnahkan. Terjadinya saling konfrontasi. Tatkala Udara muncul sebagai antagonis, timbul tindakan antara Tesis dan Antitesis yang memuncak, walau mereka sesungguhnya elemen-elemen yang bersahabat. Contoh ini lebih menggambarkan tindakan-tindakan yang keterlaluan.

Tesis Sintesis Antitesis.
Udara Api Udara

Kombinasi ini sangat menarik. Tesis dan Antitesis berkombinasi untuk menciptakan peningkatan bagi pendidikan. Tapi terdapat kelicikan, dan kesiapan untuk menindak lanjuti semua tindakan, tanpa berpikir untuk menyisihkan waktu pada setiap saat agar dapat bermawas diri demi memikirkan keperluan-keperluan utama yang lebih konkrit.
Dua proses berpikir saling bertentangan tentunya cuma akan menimbulkan tindakan-tindakan yang spontan. Beberapa kejadian yang beruntun akan terjadi, padahal tak membawa perubahan yang berarti. Suatu proses perdamaian yang gagal akan berakhir dengan perang fisik atau perang mulut. Kemungkinan lain adalah mencari kambing hitam untuk dipersalahkan atau alasan penyerangan sebagai bagian dari cara-cara untuk menutup perbedaan-perbedaan - tumbuhnya fasisme - menyalahkan etnik tertentu sebagai penyebab masalah tertentu, sehingga terasa perlu adanya totaliterisme

Tesis Sintesis Antitesis
Udara Udara Api

Tindakan yang diilhami pikiran-pikiran dan perbuatan tanpa pamrih. Daya intelektual sangat berpengaruh pada perbuatan tindakan. Contoh ini dan berikutnya lebih boleh diharapkan dibanding dua contoh sebelumnya, meskipun ada kekurangan Air dan Tanah. Api mencoba untuk memacu Udara agar bertindak. Apabila Udara bertindak maka hasilnya tidak mantap begitu tak adanya tekanan. Tak dikenal istrahat dalam kombinasi yang tak mengenal kasihan.

Air dan Tanah.
Seperti Api dan Udara, kedua elemen ini juga bersesuaian dan saling bersahabat, tapi mutlak pasif, lamban dan kerumitan sering mendatangkan problem. Bumi/Tanah yang lembab menjanjikan kesuburan, namun diperlukan perangsang hidup. Sebagaimana gambaran empat versi dasar sebelumnya. Tatkala Bumi/Tanah mempengaruhi maka diperlukan topografi dan uraiannya. Tanpa Api semua kejadian dianggap terjadi di malam hari yang gelap gulita dan dingin. Pada dua contoh sebelumnya, Tesis dan Antitesis tak berhasil menemukan perbedaan, meskipun begitu mereka berkomplot agar setidak-tidaknya hasil akhirnya berbentuk tanah rawa..

Tesis Sintesis Antitesis
Air Tanah Air

Bayangkan kombinasi ini. Tak beda dengan suatu pulau terpencil yang dingin dan tak berpenghuni dibawah bulan purnama. Tak ada angin di sana dan lautan pun tak beriak, tak ada ombak. Sebuah kapal berlabuh di air tenang nagai kaca. Air menguap dan berkondensasi menjadi es. Tanaman di bawah air. Emosi yang membatu dan perasaan yang sepi tanpa aktifitas. Tenggelam dalam depresi dan kesedihan.

Tesis Sintesis Antitesis
Tanah Air Tanah

Danau atau sungai yang dingin membeku. Gerakan yang membeku. Sungai di bawah tanah. Sumber Air yang gagal mengendap menyebarkan kesuburan. Sumber minyak yang tersembunyi di bawah tanah. Sumber mata air. Melelehkan pengalaman emosi dan menguburnya dalam sikap-sikap tanpa perasaan yang menonjol. Emosi yang menjadi gersang dan membatu. Bumi/Tanah yang mengeluarkan air. Identifikasi emosi yang diperlihatkan Tanah (manusia).

Tesis Sintesis Antitesis
Air Air Tanah

Contoh kali ini menggambarkan perbedaan elemen pada Tesis dan Antitesis. Tetapi perubahan terjadi oleh karena kelambanan atau osmosis karena perbedaan tekanan dan kontur tanah. Semestinya kita melihat hal ini sebagai sesuatu yang menggeliat, membiarkan Air tetap pasang di pantai.

Tesis Sintesis Antitesis
Tanah Tanah Air

Pengeringan atau pembersihan tanpa pemanasan. Cairan yang membeku. Suasana sulit dan saling bersaing rasa rendah diri. Beku kedinginan.

Api dan Tanah.
Api dan Tanah/Bumi berteman secara netral. Tetapi ketika Api bertindak secara menyeluruh, Tanah mutlak bertindak pasif. Akibatnya memberi kesan ada yang datang dan ada yang pergi.

Tesis Sintesis Antitesis
Api Tanah Api

Penyucian dan pemanasan oleh Api. Hasilnya adalah debu-debu yang berserakan, atau butiran kerikil. Suasana tak jelas, apakah ada perjuangan atau pencairan. Sebagai alternatif tindakan yang berlawanan menghasilkan karmanya sendiri. Suatu gaya yang besar akan menggerakkan benda diam. Suatu objek terlontar ke angkasa.

Tesis Sintesis Antitesis
Tanah Api Tanah

Menggambarkan suatu situasi saling bertentangan Tekanan tanah yang diam di sekitar Api menggambarkan gunung api atau semburan gas panas dari dalam bumi yang berarti ada reaksi kimia atau reaksi nuklir yang menghasilkan panas

Dalam dua versi mendatang, Tesis dan Antitesis jelas sekali saling bertentangan.

Tesis Sintesis Antitesis
Api Api Tanah

Gerakan dan kemacetan menghasilkan tindakan. Kerusakan yang merusak Tanah/Bumi, berkelanjutan membakar hingga habisnya bahan bakar.

Tesis Sintesis Antitesis
Tanah Tanah Api

Gerakan dan kemacetan dalam substansi yang panas, menggambarkan reaksi kimia. Masa kritis tak tercapai ketika tiba pada kondisi stabil yang memberikan kehidupan.

Udara dan Air.
Air dan Udara saling bersahabat, tetapi keduanya tak pernah mantap oleh karena struktur yang lemah. Udara bersifat aktif dan Air bersifat pasif.

Tesis Sintesis Antitesis
Udara Air Udara

Awan dan kandungan titik hujan di angkasa luas. Tanpa Tanah/Bumi hanya menggambarkan awan yang menggantung. Tanpa panas, mungkin akan memunculkan salju. Tanpa Tanah/Bumi tak ada bentuk, struktur mau pun kemapanan. Reaksi di antara dua jenis gas akan menghasilkan gas yang lebih berat. Argumentasi dan ide yang saling bertentangan akan menciptakan emosi yang menghangat.

Tesis Sintesis Antitesis
Air Udara Air

Gelembung-gelembung udara mengaping di atas permukaan air.Gairah intelektual muncul dan adanya pertikaian emosi. Mungkin akibat pengaruh Air sehingga tak membawa pengaruh di mana-mana. Kehendak untuk mengatasi emosi. Barangkali mengganti emosi dengan logika.

Tesis Sintesis Antitesis
Udara Udara Air

Tesis dan Antitesis sedang bekerja untuk melenyapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan emosi sehingga mendatangkan pencerahan jiwa.

Tesis Sintesis Antitesis
Air Air Udara

Air dan emosi menenangkan proses berpikir. Mimpi dan khayalan yang ada. Tanpa pemikiran yang riel atau yang logis.