JAKARTA - Ani Sekarningsih meluncurkan novel terbarunya, Memburu Kalacakra di Toko Buku QB, Pondok Indah, Jakarta, Jumat (30/1), setelah sempat tertunda karena penerbitnya berganti.
Penulis novel berlatar belakang Asmat, Namaku Teweraut, ini menyelesaikan Memburu Kalacakra pada 2002. Namun, penerbit besar yang semula akan menerbitkannya, mengembalikan naskah ini setelah seorang tokoh agama ikut memeriksa.
“Bab yang berkaitan dengan kepergian umrah sang tokoh dicoret-coret dan saya diminta memperbaiki,” katanya. “Saya menulis novel dan tidak membikin tesis, jadi saya tak bersedia mengubah.” Akhirnya penerbit Bentang menerbitkan naskah ini.
Novel setebal 410 ini bercerita tentang pencarian spiritual tokoh utamanya yang bernama Arleta.
“Boleh dikatakan, novel ini merupakan kumpulan catatan sepanjang kehidupan saya,” ujar Ani dalam diskusi yang menandai peluncuran novelnya itu. Bertindak sebagai pembahas dalam kesempatan itu adalah Ayu Utami, penulis Saman dan Larung.
Peluncuran novel ini dilakukan ketika Jakarta diserang badai Linda yang memorak-porandakan Ibu Kota pekan lalu. Tampaknya, hal ini menjadi perhatian khusus Ani yang juga dikenal sebagai pembaca kartu tarot itu.
Memburu Kalacakra adalah karya Ani Sekarningsih menyusul Namaku Teweraut. “Dibanding Namaku Teweraut, novel ini lebih memperlihatkan pergulatan batin sang tokoh,” komentar Ayu.
Sumber: Koran Tempo



